menjadi remaja yang pantas dibanggakan

MENJADI REMAJA YANG PANTAS DIBANGGAKAN

Masa remaja adalah masa yang sangat menyenangkan., masa di mana segala potensi yang ada pada diri remaja sedang bertumbuh dan  berkembang.  Secara fisik dalam keadaan sehat dan bisa melakukan kegiatan dengan cekatan, secara psikis bisa bepikir lebih jernih tanpa dibebani oleh kebutuhan hidup dikarenakan masih bergantung dan menjadi tanggungan orang tua.  Segala potensi yang ada pada diri remaja sungguh sangat baik untuk di kembangkan.  Potensi yang ada pada masa remaja sungguh perlu dioptimalkan dan dikembangkan untuk meraih masa depan yang lebih baik dan cerah serta cemerlang.  Jangan sampai masa muda dilalui tanpa usaha untuk memperbaiki dan mengembangkan diri.  Pada masa ini, remaja kebanyakan masih dalam tanggungan orang tua, semua kebutuhan hidup masih difasilitasi oleh orang tua, sehingga lebih banyak kesempatan bagi kaum remaja untuk berprestasi dalam meraih impian.  Masa remaja tidak akan datang dua kali, sehingga kesempatan tersebut memang harus benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.  Ingatkah kita cuplikan sabda Rasulullah SAW, “… gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, …”.  satu potongan hadits yang bisa menjadi renungan bagi kaum remaja.

Bagi kaum remaja yang berasal dari keluarga berada atau kalangan berada barang kali akan merasa bangga dengan status sosial keluarganya.  Merasa semua sudah kecukupan sehingga merasa tidak perlu berusaha untuk kerja & belajar keras karena semua sudah difasilitasi oleh orang tua yang sudah memang memiliki berbagai fasilitas hidup.  Namun cukupkah kaum remaja bangga pada fasilitas dan kedudukan orang tua? Lalu apa yang bisa dibanggakan dari remaja itu sendiri?  Ali Bin Abi  Thalib pernah berkata, “Laisal fataa man yaquulu kaana abii, walakinnal fataa man yaquulu haa ana dza!”  Arti dari perkataan tersebut adalah, “Bukanlah seorang pemuda (remaja) bila ia berkata ‘Inilah Bapakku’, tetapi yang dikatakan permuda adalah dia yang berkata ‘Inilah aku!’”   Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah bahwa remaja tidak seharusnya membangga-banggakan harta dan kekayaan orang tuanya.  Remaja merasa bangga karena orang tuanya berkedudukan tinggi, merasa bangga orang tuanya  berkecukupan dan berada boleh saja asal jangan terlalu membanggakan orang tua tetapi lupa untuk menunjukkan potensi diri.  Sudah saatnya remaja mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sehingga dia bisa membanggakan potensi yang telah dikembangkannya tersebut.

Bukan waktunya bagi seorang remaja untuk membanggakan kedudukan dan kekayaan orang tuanya, karena pada suatu saat orang tua akan meninggalkannya.  Bila orang tua sudah meninggalkan mereka, apa lagi yang bisa dibanggakan bila remaja tidak memiliki sesuatu dari dirinya untuk dibanggakan?  Oleh karena itu, setiap diri remaja perlu belajar keras & cerdas untuk meraih prestasi yang bisa dibanggakan.  Bagi kaum pelajar, memiliki prestasi tinggi dalam bidang akademik dengan menjadi juara atau menduduki ranking di kelasnya bisa dibanggakan.  Bagi kaum remaja yang punya hobi bermusik misalnya, bila dia mampu menciptakan suatu karya atau berprestasi dalam kompetisi dalam bidang tersebut itupun pantas untuk berbangga.  Bagi remaja yang hobi olah raga, tunjukkan prestasi dalam bidang tersebut sehingga layak diperhitungkan, bisa menjadi pemain badminton atau sepakbola yang berprestasi, atau bagi yang hobi belajar bela diri dan menjuarai gelanggang dalam kompetisi, maka pantaslah menjadi remaja yang berkata, “Inilah saya, inilah aku, inilah prestasiku!” Berprestasi dalam hobi yang digelutipun bisa menjadi kebanggaan, banyak orang sukses berawal dari hobi dan kegemaran.  Bukan lagi saatnya bagi seorang remaja untuk berbangga dengan tampilan trendi dan glamour motor bagus, hape exclusif ato pakaian btrendi  tapi kosong prestasi (baik akademis maupun non akademis).  Karena semua materi berasal dari orang tua, fasilitas dari orang tua.  Berbanggalah dengan yang dimiliki yang berasal dari jerih payah sendiri, barang kali pernah mengikuti lomba dan mendapat hadiah uang yang bisa untuk tampil trendi, pantaslah untuk berbangga.  Di era kemajuan informasi dan teknologi ini ada banyak media untuk berprestasi dan menunjukkan jati diri, semisal ada beberapa penyanyi sukses karena meng-upload lagu-lagunya lewat youtube.  Sebuah langkah cerdas untuk meraih prestasi yang bisa dibanggakan (meski pada awalnya mereka meng-upload barang kali hanya sekedar iseng, tapi berujung sukses) dengan beaya yang sangat murah.  Hal iseng saja bisa membuahkan keberhasilan apalagi bila dilakukan dengan kesungguhan pasti kan jauh lebih sukses.

Suatu pertanyaan yang perlu direnungkan dan segera dicarikan jawabnya bagi kaum remaja, prestasi apa yang bisa kamu menjadi bangga?  Apa yang telah kamu lakukan untuk menjadi remaja yang pantas dibanggakan?  Siapakah yang kamu banggakan, fasilitas orang tuamu ataukah kamu bangga atas prestasimu?  Ataukah kamu bangga dengan kebengalan, dengan kenakalan atau merasa bangga bisa menjadi trouble makers (biang kerok) keramaian dan kerusuhan yang barang kali pernah kamu lakukan?  Bila sampai saat ini belum ada sesuatu yang belum bisa dibanggakan atau bangga dengan hal-hal negatif, maka sudah saatnya untuk menempa diri dengan kegiatan positif, menempa diri untuk meraih prestasi, belajar keras agar lebih cerdas dan semuanya dilakukan dengan penuh ikhlas.  Banyak orang-orang sukses ketika muda berkarya, semisal Bill gates sang pemilik microsoft, sukses di kala usia muda, atau Mark Zakeberg yang sukses mendirikan dan mengembangkan facebook dan kini menjadi kaya raya di usia belia. Atik seorang pelajar dari Bantul yang meraih nilai UN tertinggi seIndonesia, dia anak orang miskin, tapi berkat prestasinya Bupati Bantul pun menghadiahi sebuah Laptop, beberapa perguruan tinggi menawari beasiswa plus hadiah lainnya berkat prestasi yang membanggakan.  Mereka pantas berbangga dengan prestasinya, lalu apa yang bisa  kita banggakan pada diri kita? Mari bertanya pada hati nurani.  (ES)

Oleh Drs. Edy Suparyanto,M.A. Guru Bahasa Inggris MAN Godean Sleman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s