BERMUTU TIDAK HARUS MAHAL

Ketika akan memilih sekolah tempat untuk belajar, masyarakat sering melihat dan beranggapan bahwa sekolah atau lembaga pendidikan mahal itu bermutu padahal beaya mahal belum menjamin kualitas baik.  Saat ini ada berbagai label sekolah seperti Sekolah Berstandar Internasioanal, Rintisan Sekolah Berstandar Nasioanal, Sekolah Unggulan, Sekolah Favorit dan masih banyak lagi julukan untuk sekolah yang dianggap bonafit.   Tidak jarang sekolah-sekolah yang telah memiliki label tersebut kemudian menaikkan beaya pendidikan dengan berbagai dalih seperti untuk uang gedung dan fasilitas, uang sarana prasarana, uang pengembangan sekolah, atau bahkan dengan dalih menyebut uang jariah, yang  jelas untuk memasuki sekolah tersebut kadang terasa mahal dan hanya terjangkau oleh kalangan atau masyarakat kelas tertentu.  Bahkan ada sebagian orang yang berpendapat “Orang miskin dilarang sekolah.”  Maka melihat kenyataan tersebut diperlukan suatu solusi di dalam memilih sekolah yang bermutu dan berprestasi namun beaya yang terjangkau oleh banyak kalangan.

Untuk mendapatkan sekolah atau tempat pendidikan yang memadai tidak harus mengeluarkan beaya mahal, hanya kadang image yang berkembang di masyarakat kita sekolah yang mahal itu bagus, padahal bukan suatu jaminan.  Masyarakat sendiri kadang juga hanya melihat sekolah dari citra yang berkembang di masyarakat, mereka seharusnya juga mendapat informasi sekolah-sekolah yang menerapkan beaya terjangkau namun mutunya cukup baik serta memiliki prestasi yang membanggakan.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Godean sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama RI berupaya menyikapi kenyataan tersebut di atas dengan menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dengan beaya yang terjangkau.  Para pemegang kebijakan di madrasah ini berupaya untuk menekan beaya operasional pendidikan se-minimal mungkin, menekan atau bahkan menghilangkan beaya-beaya yang memberatkan siswa.  Apa yang dibayarkan oleh siswa akan dikembalikan untuk layanan siswa misalnya untuk seragam, beaya praktek habis pakai, fotocopy materi belajar/evaluasi belajar, uji kompetensi per-semester, kegiatan keagamaan maupun social dan lain-lain.  Dengan cara ini maka untuk masuk ke madrasah ini tidak perlu mengeluarkan beaya yang mahal sehingga lebih banyak kalangan masyarakat yang bisa menikmati pendidikan yang bermutu. Hal itu sejalan dengan motto Kementerian Agama yakni, “Ikhlas Beramal” sehingga seluruh guru dan pegawai tata usaha bekerja secara optimal dengan landasan keikhlasan dengan ditunjang pelayanan yang profesional.  Meskipun beaya terjangkau atau bisa dibilang murah namun tidak murahan, madrasah tetap mengedepankan mutu proses pembelajaran agar menghasilkan output yang berkualitas, memiliki academic skills maupun vocational skills.  Untuk membantu para siswa dari keluarga kurang mampu serta memberi penghargaan siswa berprestasi, madrasah telah menjalin kerja sama serta dukungan dari berbagai kalangan  seperti BAZIZ, GNOTA, Kanwil Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Sleman, serta lembaga-lembaga yang punya komitmen memberi beasiswa dan subsisdi pendidikan.  Sebagai bukti dari jalinan kerjasama yang baik dengan lembaga tersebut di atas, sebagian besar siswa sudah mendapatkan subsidi maupun beasiswa sehingga bisa meringankan orang tua siswa.  Agar beaya yang diterima tepat sasaran, proses penerimaannya adalah dari lembaga langsung kepada siswa dan pada saat yang sama oleh siswa penerima bantuan/beasiswa diserahkan langsung ke bagian keuangan madrasah.  Proses penerimaan tersebut juga disaksikan wakil kepala urusan kesiswaan,  guru bimbingan konseling dan pejabat terkait lainnya sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara proposional.

Dari segi sarana dan prasarana pembelajaran yang dimiliki MAN Godean boleh dikatakan memadai misalnya : tersedianya Laboratorium Komputer yang sudah terkonesi dengan internet dengan jumlah computer yang memadai serta selalu di-upgrade serta didukung fasilitas AC, plus hotspot area, siswa atau guru membawa laptop langsung bisa berselancar di dnia maya (browsing internet) sepuasnya, gratis!  Demikian pula Laboratorium Bahasa yang mampu menampung 40 siswa dengan ruangan ber-AC, ruangan Audio Visual Aid (AVA) yang juga ber-AC.  Dengan fasilitas AC tersebut maka proses pembelajaran akan lebih terasa menyenangkan karena suasananya cukup sejuk.  Untuk Program Ketrampilan Hidup Mandiri (KHM) sudah memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk belajar teori maupun praktek seperti ruangan otomotif & las yang cukup lengkap, sepeda motor baru maupun lama untuk praktek perbengkelan.  Untuk Ketrampilan Tata Boga telah memiliki  peralatan memasak yang cukup mendukung praktek siswa, selain itu siswa dilatih untuk menjual hasil praktek di kalangan madrasah.  Ketrampilan Tata Busana memiliki peralatan mesin jahit dan obras yang cukup mendukung teori dan praktek, sementara itu KHM Sablon memiliki ruangan praktek khusus yang dilengkapi dengan computer untuk design.  Untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi infromasi, telah disediakan KHM Perakitan dan Perawatan Komputer baik untuk perangkat keras (hardware) mupun perangkat lunak (software), sehingga siswa-siswi madrasah tidak gaptek  terhadap perkembangan teknologi yang kian melaju tak terbendung.

Program KHM adalah program wajib yang ikuti selama 4 (empat) semester, pemilihannya disesuaikan dengan bakat dan minat  masing-masing siswa.  Pada akhir semester keempat (saat libur semester kelas XI) setiap siswa wajib mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) yakni praktek langsung kerja di dunia kerja nyata agar siswa memiliki pengalaman bagaimana bekerja di bidang yang mereka minati. Misalnya siswa yang memilih KHM Tata Busana harus magang di tempat usaha penjahitan selama waktu yang sudah disepakati untuk mengamati dan praktek langsung bagaimana mengelola bisnis jahit-menjahit, butik dan sejenisnya.  Siswa yang memilih dan mengikuti KHM Otomotif wajib magang di suatu bengkel selama waktu yang sudah ditentukan, bahkan ada seorang peserta magang yang dianggap berprestasi kemudian diangkat menjadi karyawan di perbengkelan tersebut.  Untuk program kerja lapangan (PKL), setiap kelompok dibimbing dan dimonitor oleh guru secara intensif agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran yakni siswa mempunyai pengalaman yang cukup memadai.  Program KHM ini telah mendapat pengakuan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman sehingga siswa peserta akan mendapat sertifikat yang diakui legalitasnya oleh dinas tersebut.  Tujuan dari Program KHM adalah agar siswa setelah lulus bisa siap kerja atau membuka usaha sendiri (wiraswasta) bagi yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, sedangkan untuk yang melanjutkan studi bisa kuliah sambil kerja.  Dengan demikian, lulusan MAN Godean diharapkan turut serta mengurangi pengangguran disamping memiliki ilmu keislaman yang bisa diterapkan dan dikembangkan di masyarakat luas.

Untuk peningkatan mutu academic, proses pembelajaran didukung adanya sarana prasarana yang memadai seperti Laboratorium Biologi, Laboratorium Fisika-Kimia serta Laboratorium IPS (dalam proses pengembangan).   Sedangkan untuk mencari rujukan dan sumber belajar telah tersedia ratusan judul buku, aneka ensiklopedi & majalah, CD (Compact Disks) dan kaset pembelajaran di Perpustakaan MAN Godean.  Untuk menyalurkan bakat tulis menulis telah diterbitkan Bulletin PIJAR (dikelola oleh siswa) yang sampai saat ini sudah edisi ke-9.   Beberapa siswa peserta Extra kurikuler (eskul) Karya Tulis Ilmiah  sudah beberapa kali menyabet kejuaraan baik di tingkat kabupaten maupun propinsi.  Eskul band juga disediakan bagi siswa yang punya hobi olah suara dan bermusik dengan peralatan yang ada di ruang music, serta soundsystems pendukung. Hasilnya, group Diadema sudah dua kali mengikuti kejuaraan lomba dan cukup berhasil, serta sudah sering menjadi bintang tamu di beberapa acara pelepasan siswa-siswi SMP/MTs di wilayah Sleman Barat.  Bagi siswa pecinta music Islami, diselenggarakan Eskul Hadroh yang melatihkan serta melantunkan lagu-lagu Islami sebagai salah satu karakter madrasah.  Eskul beladiri Tae Kwan Do diselenggarakan bagi siswa yang berminat dalam bela diri dan cukup mendapat respon positif dari kalangan siswa, terbukti salah satu siswanya yang menyabet Kejuaraan Tae Kwan Do tingkat nasional.   Eskul olah raga lainnya seperti basket ball, footsal, sepak bola serta badminton juga alternative yang bisa dipilih oleh para siswa.  Eskul olah raga ini mendapat dukungan penuh dari madrasah yang salah satunya adalah tersedianya aula yang cukup representative, peralatan yang memadai serta para pelatih yang cukup kompeten di bidangnya.

Dari segi sumberdaya manusia (SDM) dalam hal ini tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pun cukup mendukung untuk melayani peserta didik.  Setidaknya sudah ada 12 (duabelas) guru berpendidikan S2 (magister) dari berbagai konsentrasi studi, sementara itu masih ada 7 (tujuh) guru dalam proses penyelesaian tesis S2-nya. Berbagai pelatihan, seminar dan workshop serta bermacam kegiatan ilmiah juga diikuti oleh tenaga pendidik dan kependidikan untuk meningkatkan mutu & layanan pembelajaran.  Beberapa tenaga kependidikan pun sedang menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.  Tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) berpendidikan tinggi di madrasah ini diharapkan akan memberikan pelayanan pendidikan cukup baik, guna menghasilkan alumni yang cakap sesuai dengan visi MAN Godean yang baru yakni terwujudnya insan beriman dan bertaqwa, cerdas mandiri, serta berakhlaq mulia.  Dan yang paling penting dan perlu digarisbawahi adalah proses pembelajaran bermutu namun dengan beaya yang terjangkau.

Tulisan ini telah dimuat di Bulletin PIJAR Pintar & Terpelajar

(ditulis oleh Drs. Edy Suparyanto,MA Staf Pengajar MAN Godean Daerah Istimewa Yogyakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s