Ujian, Pasti aku bisa !

Sesudah belajar hamper selama tiga tahun atau atau enam semester, sudah saatnya para peserta didik akan menghadapi berbagai ujian yang harus ditempuh yang meliputi Ujian Praktek, Ujian Madrasah dan Ujian Nasional. Ujian apapun bentuknya adalah bagian dari proses pembelajaran. Bila di amati, di semua jenjang pendidikan mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai jenjang perguruan tinggi, di setiap akhir semester selalu diselenggarakan ujian atau evaluasi akhir semester dengan berbagai nama seperti test kendali mutu, ulangan akhir semester maupun ujian sekolah atau ujian madrasah. Untuk menghadapi ujian para peserta didik tidak perlu dihinggapi rasa cemas atau rasa was-was tetapi yang paling penting adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Persiapan yang harus dilakukan oleh peserta didik dapat berupa persiapan materi, persiapan mental maupun persiapan strategi.
Dalam hal persiapan materi, peserta didiki tentu saja sudah mendapatkanya dari Bapak ataupun Ibu guru pengampu Mata pelajaran mulai dari kompetsnsi yang harus dikuasai, inti materi ajar, ringkasan materi sampai dengan bentuk dan tipe soal yang sesuai dengan SKL (Standar Kompetensi Lulusan). Pada proses pembelajaran guru menyampaikan materi ajar melalui berbagai jenis kegiatan yang dilakukan di kelas yang semua itu bertujuan agar peserta didik mampu menyerap dan menguasai materi sehingga mereka akan memiliki suatu kompetensi atau kecakapan seperti yang sudha ditetapkan. Untuk melihat sejauh mana pengusaan dan penyerapan materi tersebut maka diadakanlah evaluasi baik berupa ulangan harian maupun evaluasi akhir semester. Banyak berlatih mengerjakan soal adalah hal yang cukup baik karena dengan banyak berlatih siswa akan mengerti tipe dan bentuk soal sehingga bila menghadapi soal serupa pastilah sudah tidak mengalami kesulitan lagi. Itulah sebabnya hamper di setiap sekolah atau madrasah diselenggarakan Test Penjajagan, Test Uji Coba, Try Out Ujian dan sejenisnya yang tujuannya adalah untuk mengukur sejauh mana materi dan kompetensi sudah dikuasai, juga untuk berlatih menghadapi ujian yang sesungguhnya. Agar peserta didik sukses, maka persiapan penguasaan terhadap materi perlu diikuti dengan sungguh-sungguh.
Persiapan kedua adalah kesiapan mental peserta didik. Seperti halnya ketika seorang tentara mau berperang yang sudah menguasai ilmu bagaimana berperang, seorang peserta didik yang sudah mempersiapkan diri dengan penyiapan materi perlu membekali dengan penguasaan mental. Dalam diri peserta didik perlu memiliki sikap dan tekad yang kuat untuk meraih sukses. Mengapa harus memiliki sikap dan tekad optimis untuk meraih keberhasilan? Orang bijak mengatakan apa yang anda pikirkan itu akan menjadi kenyataan, artinya bila kita percaya diri dan yakin bahwa kita akan berhasil, maka keyakinan itu akan menjadi kenyataan. Keyakinan itu berbanding lurus dengan keberhasilan, demikian kata orang bijak. Orang yang memiliki keyakinan akan berhasil pastilah akan melakukan berbagai usaha dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan keinginan itu. Namun sebaliknya, bila dalam diri tidak ada keinginan untuk berhasil ataupun masih ada keraguan terhadap kemampuan diri, hasilnya pun sering tidak memuaskan. Kalau kita berpikir dalam hati. “Kayaknya saya nggak bisa mengerjakan soal ini” atau “Apakah saya bisa mengerjakan soal ini?” Maka yang terjadi adalah kemungkinan besar tidak bisa mengerjakan soal tersebut. Maka pola pikir seperti itu harus diubah dengan mengatakan dalam hati, “Saya yakin, saya bisa mengerjakan soal ini” atau dengan ungkapan, “Saya yakin saya bisa mengerjakan dan menyelesaikannya”. Sikap mental untuk bisa dan mampu serta optimis perlu ditanamkan pada diri setiap peserta didik. Sikap percaya diri sangat perlu untuk dimiliki oleh peserta didik, ketika pengawas ujian membagikan soal, katakan dalam hati. “Saya bisa mengerjakan soal ini”.
Setelah memiliki kesiapan materi dan mental, yang tak kalah pentingnya adalah kesiapan strategi. Layaknya tentara berperang, sekuat apapun kemampuan kalau tidak dibarengi dengan strategi yang baik juga tidak mudah untuk meraih kemenangan. Berbagai jenis dan trik menghadapi ujian yang diberikan oleh guru pembimbing maupun oleh tentor di lembaga bimbingan sangat perlu untuk diperhatikan. Manajemen atau pengelolaan waktu adalah salah satu nya. Seperti kita ketahui bersama pengerjaan soal dalam ujian dibatasi oleh waktu, sehingga peserta harus mampu menggunakannya seefektif dan se-efisien mungkin. Saran yang sering kita dengar adalah mengerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu, kemudian berangsur ke soal yang lebih sulit dan jangan terpaku pada satu soal yang sangat sulit untuk dikerjakan karena hal itu akan menghabiskan waktu. Soal yang sulit tersebut sebaiknya ditinggalkan terlebih dahulu. Untuk soal-soal dengan bacaan-bacaan, misalnya dalam soal bahasa, bisa dimulai dengan membaca soal-soal terlebih dahulu sambil menandai yang ditanyakan, kita bisa mebaca bacaan sambil mencari jawaban dari pertanyaan yang kita baca. Satu strategi untuk menggunakan soal secara efektif dan efisian agar tidak banyak waktu yang terbuang.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan secara teknis dalam mengerjakan soal, soal yang pengerjaannya dengan LJK (Lembar Jawab Komputer), latih diri bagaimana menghitamkan jawaban secara benar,menajaga agar lembar LJK tidak rusak, tidak kotor, dan tidak terlipat sehingga lembar jawab akan terbaca oleh scanner. Hal yang kelihatannya sepele namun perlu untuk diperhatikan. Oleh karena itu peserta didik perlu membiasakan diri untuk selalu tertib, selalu menjaga kebersihan, selalu teliti, tidak sembrono karena pembiasaan itu akan terbawa ketika mengerjaan soal sehingga ketika mengerjakan soal pun demikian dan hasilnya bersih dan rapi. Demikian juga kebiasaan tersebut sangat baik kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Persiapan mental materi maupun strategi sudah dilakukan, nah … ada persiapan di luar teknis yang perlu dilakukan yakni perlunya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa agar kita selalu diberi jalan kemudahan dijauhkan dari kesulitan, mohon do’a agar selalu sehat jasmani rohani, sehat lahir-batin dan semua itu diimbangi dengan ibadah yang khusu’ dan sungguh-sungguh. Jangan lupa pula untuk senantiasa patuh & taat serta mohon do’a restu dari orang tua, ridho dan restu orang tua besar pula artinya bagi masa depan kita. Jadi selalulah mohon do’a restu kepada kedua orang tua ketika akan berangkat sekolah. Selamat berjuang untuk meraih prestasi, selamat berjuang untuk menggapai masa depan yang lebih baik dan lebih cerah. Success is your right.
(Drs. Edy Suparyanto,MA Guru MAN Godean Kab. Sleman DI Yogyakarta)
Artikel ini telah diterbitkan di Bulletin PIJAR, Pintar dan Terpelajar edisi XI Pebruari 2011. Pijar adalah sebuah media yang diterbitkan oleh MAN Godean Yogyakarta, ajang untuk menulis dan berkarya bagi civitas akademika MAN Godean.

2 responses to “Ujian, Pasti aku bisa !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s