Belajar dengan “Wong Magelang” di Bali

(Mau lihat beberapa Foto di Bali? Silakan Klik GALERI)

Mengakhiri semester genap tahun 2011, memasuki tahun 2012,  sebanyak 80 siswa-siswi MAN Godean berkunjung ke pulau Dewata Bali.  Kunjungan berangkat pada hari  Sabtu 31 Desember 2011 dan kembali lagi ke Kampus tercinta pada Hari Rabu, 4 Januari 2012.  Wah berwisata ke Bali selama satu tahun!  Siswa dan guru pendamping bisa menikmati keindahan Pulau Dewata yang memiliki berbagai destinasi wisata yang cukup mengagumkan.  Selain itu, para siswa juga belajar entreprenurship (kewirausahaan) dengan Bapak H. Robbani.  Haji Robbani adalah seorang lulusan Madrasah Aliyah dari Magelang.  Sebagai mana beliau ceriterakan, beliau menginjakkan kami di pulau dewata ini pada kisaran tahun 2000.  Tanpa bekal sedikitpun kecuali tekat yang bulat untuk mengubah nasib yang lebih baik.  Pertamakali beliau bekerja menjadi seorang pembantu rumah tangga, kemudian menjadi penjaga kamar mayat.  Pernah pula beliau berjualan sayur-mayur, di mana harus bangun pagi-pagi sebelum subuh.  Tempat berjual beliau bertempat yang dekat dengan Masjid atawa musholla dengan tujuan apabila sudah tiba waktunya sholat beliau bisa menjalankan kewajiban agama tersebut tepat waktu.

Beliau kemudian beralih usaha dengan berjual kacang secara asong.  Dirasa kurang efektif kemudian menjual kacang dengan sistem pesan antar.  Dengan sistim ini ternyata cukup efektif.  Semula beliau hanya menempati sebuah kios seluas 3×4 meter.  Seiring dengan pertumbuhan omset kacang yang beliau jual, tempat usahanya pun diperluas.  Kini beliau memiliki banyak karyawan, memiliki showroom yang luas dengan berbagai fasilitas (musholla, ruang makan, ruang pertemuan, parkir luas, showroom aneka jenis makanan yang bisa kita bisa “icip-icip” hampir semua jenis makanan yang dijual di showroom beliau).  Semua kacang digoreng tanpa minyak tetapi digoreng dengan menggunakan pasir yang bersih dan higienis.  Sensasi rasanya pun sungguh berbeda.  Semua makanan yang dipajang adalah makanan yang baru, sama sekalai tidak ada yang kedalu warsa.  Ada beberapa prinsip yang beliau sampaikan ketika seluruh siswa MAN Godean dan Bapak/ibu guru  pendamping bertatap muka dengan beliau di ruangan yang sejuk.  Beliau secara ikhlas mengutarakan kiat-kiatnya bagaimana memulai usaha, mengembangkan usaha serta mempertahankan usaha agar tetap eksis dan berkembang.

Prinsip kejujuran, menyampaikan (menjual) yang bernilai baik, kerja keras pantang menyerah, produknya beda dan berkualitas, menjaga kepercayaan dan memberi layanan senantiasa selalu beliau junjung tinggi.  Kata-kata inspiratif dari beliau yang melecut dirinya sebenarnya berasal dari orang tuanya.  “Nek pengin mulyo, kudu wani rekoso” begitu pesan orang tua H Robbani ketika saat krisis moneter melanda negara kita.  hampir semua bisnis kala itu gulung tikar.  Ketika semua “tidur” karena gulung tikar, maka bangunlah! Maka semua akan melihatmu!  Demikian juga pesan dari orang tuanya yang membuatnya terpacu untuk bangkit menggeluti usahanya yang kala itu terpengaruh KrisMon.  Dengan tekad yang kuat dan usaha keras maka Rabbani kembali ke Bali dan terus mengembangkan usahanya.  Dan usahanya kini kian berkembang.  SEbuah proses perjalanan panjang yang patut kita teladani.  Beliau tetap berbagi kepada kaum du’afa, tidak pelit “membuka rahasia” keberhasilannya.

Pak Haji Robani “menantang” siswa MAN Godean, beranikah siswa memulai usaha?  Bisa memulai usaha dari hal-hal kecil dan sepele seperti membuat makanan kecil dan dititipkan di warung-warung terdekat, dengan memakai nama yang elegan dan enak diucapkan.  Jualan bakso atau soto denan menyewa ruko, beliau juga “njlentrehke” pernghitungan-penghitugan modal dan hasil jual yang dijelaskan secara gambalang, sederhana dengan bahasa yang renyah.  Berbagai “permainan” beliau presentasikan di depan siswa dan guru di ruang beliau.  Suatu game yang sederhana namun mampu menggugah semangat untuk memulai usaha.   Beberapa siswa menikmati game-game itu,  Mudah-mudahan bisa memberi inspirasi buat para siswa.   Jadi kunjungan ke Bali bukan semata untuk menikmati keindahan alam namun ada proses belajar menarik.  Kalau selama ini siswa-siswi hanya belajar di dalam kelas, belajar teori-teori ekonomi, bertemu deng haji Robbani adalah kesempatan belajar dengan praktisi.  Yang beliau sampaikan bukan hanya teori tetapi praktek nyata.  Moga semua ini bisa membuka mata kita, ada banyak jalan untuk sukses.  Ada riak-riak, onak dan duri yang harus dilewati, namun dengan kesabaran, kesungguhan, keuletan dan ketekunan akan membuahkan hasil.

Bagi siswa-siswi yang mengikuti KHM (Ketrampilan Hidup Mandiri) di MAN Godean, kunjungan seperti ini tentu sangat bermanfaat.  Jangan hanya bersenang-senang selama di pulau dewata, namun ada suatu pelajaran yang bisa dipetik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s