MENGOPTIMALKAN WISATA KAMPUS

Libur akhir tahun ajaran sekolah Bulan Juni-Juli akan segera tiba.  Bisa dipastikan Kota Yogyakarta bakal dibanjiri wisatawan domestik maupun manca.  Kalangan pelajar dari berbagai daerah akan berwisata di Yogyakarta. Beberapa ikon pariwisata seperti Malioboro, Kraton, Taman Sari, Kaliurang Candi Prambanan & Borobudur serta keindahan pantai selatan, kesemuanya menjadi jujugan para wisatawan.  Oleh karena itu, para pelaku bisnis pariwisata, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata serta pemerintah kabupaten perlu mempersiapkan sarana prasarana yang ada untuk menyambut datangnya liburan ini.  Bagi Wong Yoja  baik penduduk asli maupun pendatang yang menetap wajib memberi dukungan dengan menciptakan suasana aman dan nyaman, tetap menjaga kebersihan dan keindahan lingkungannya masing-masing.  Terlebih bagi masyarakat yang tempat tinggalnya menjadi jalur transportasi pariwisata perlu terus  menggalakkan kebersihan dan keindahan guna mewujudkan citra positif Yogyakarta.

Para pelaku bisnis kuliner maupun cindera mata diharapkan membuat kesepakatan tarif standar serta menerapkannya agar tidak ada oknum yang “nuthuk” alias aji mumpung.  Pengalaman penulis ketika membantu mitra kerja dari luar daerah bahkan dari manca negara, salah seorang teman penulis dari luar provinsi yang setiap tahun mengantar rombongan pelajar berwisata ke Yogyakarta pernah mengalami hal yang kurang mengenakkan akibat ulah oknum pelaku usaha kuliner.  Teman penulis juga mengungkapkan kekurangnyamannya ketika sedang menikmati makan malam lesehan terganggu oleh oknum “musisi jalanan” alias pengamen yang terkesan memaksa, atau hanya sekedar jreng-jreng.  Hal-hal kecil dan kelihatannya sepele seperti ini bisa merusak citra pariwisata kota Yogyakarta bahkan bisa menjadi preseden buruk.  Pihak berwenang yang memiliki otoritas diharapkan melakukan pemantauan secara berkala guna mewujudkan Yogyakarta sebagai destinasi wisata.  Mudah-mudahan hal-hal semacam itu tak terulang bahkan bisa dikikis habis guna terciptanya kenyamanan bagi wisatawan.  Apalagi lesehan turut mendukung dunia pariwisata.

Selain beberapa ikon pariwisata tersebut di atas, masih ada yang perlu digalakkan yaitu wisata kampus (wiskam) mengingat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan yang memiliki ratusan perguruan tinggi sebagai wahana menimba ilmu, kawah candra dimuka bagi generasi penerus.  Kampus bisa dijadikan destinasi wisata.  Melalui wiskam, para wisatawan khususnya kalangan pelajar luar daerah yang sedang berlibur bisa melihat secara langsung geliat kampus di kota gudeg ini. Pihak perguruan tinggi pun bisa menerjunkan sebagian mahasiswa atau petugas yang ditunjuk untuk memandu para wisatawan untuk memahami seluk beluk kehidupan kampus.  Para wisatawan akan memperoleh informasi yang berkaitan dengan berbagai fakultas, program studi serta aneka kegiatan perguruan tinggi.  Kunjungan tersebut sekaligus untuk memperkenalkan dunia kampus kepada masyarakat luas.  Hal ini akan sangat bermanfaat bagi mereka yang berencana untuk menimba ilmu di kota pelajar ini.  Pihak kampus bisa mempersiapkan paket-paket wiskam yang dikirim ke berbagai sekolah di penjuru tanah air serta menjalin kerja sama dengan tourism travel agent.  Penyediaan berbagai cindera mata khas kampus dipadu dengan kekhasan Yogyakarta akan menjadi kesan tersendiri.

Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta perlu memberikan layanan terbaiknya kepada seluruh civitas akademika. Perguruan tinggi yang mampu mencetak sarjana mandiri, kreatif innovatif dan berjiwa entrepreneurship serta mampu berperan di masyarakat baik di lembaga pemerintah ataupun swasta memiliki peran besar dalam mempromosikan wiskam ini.  Setelah para alumni perguruan tinggi kota pelajar  kembali ke daerah asal, mereka akan menceritakan pengalaman hidup selama di Yogyakarta kepada masyarakat di daerahnya.   Apalagi apabila masyarakat melihat langsung hasil pendidikan yang mereka enyam di kota Yogyakarta dan kemudian diterapkan didaerah asalnya.  Secara otomatis ini sebagai media promosi dari mulut ke mulut yang berdampak positif.

Beberapa sekolah dari luar propinsi memiliki agenda tahunan studi tour ke Yogyakarta dan wisata kampus menjadi salah satu agenda kunjungan. Mereka perlu mendapat layanan terbaik dan informasi yang memadai sehingga mendapat sesuatu yang bermanfaat.  Rasa puas ketika berada di kota pelajar ini akan berdampak positif serta menambah jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Yogya di masa mendatang.  Semakin banyak wisatawan yang berkunjung berarti akan semakin menambah pundi-pundi PAD (Pendapatan Asli Daerah).  Oleh karena itu diperlukan kerjasama sinergis antara pemangku otoritas, praktisi jasa pariwisata dan dunia kampus termasuk sekolah untuk menggalakan wiskam guna semakin meneguhkan Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar sekaligus destinasi wisata yang memang layak untuk dikunjungi & diperhitungkan.  Semoga!

Drs Edy Suparyanto MA Guru Bahasa Inggris MAN Godean Sleman,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s